Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik

2560 views

Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik | Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas kantorku, aku terpaksa tinggal di Bandung selama 5 hari dan weekend di Jakarta. Di kota kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurutnya, rumah itu hanya ditinggali oleh Ayahnya yang sudah pikun, seorang perawat, dan seorang pembantu. “Rumah yang asri” gumamku dalam hati.

Cerita Dewasa - Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik Cerita Dewasa - Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik Cerita Dewasa - Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik unnamed file

Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik

Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik | Halaman Yg hijau, penuh tanaman dan bunga Yg segar dikombinasikan dengan kolam ikan berbentuk oval. Aku mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali sampai pintu dibukakan. Sesosok tubuh semampai berbaju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya. “Pak Rafi ya..”. “Ya.., saya temannya Mas Anto Yg akan menyewa kamar di sini. Lho, kamu kan pernah kerja di tetanggaku?”, jawabku surprise. Perawat ini memang pernah bekerja pada tetanggaku di Bintaro sebagai baby sitter. “Iya…, saya dulu pengasuhnya Aurelia.

Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik | Saya keluar dari sana karena ada rencana untuk kimpoi lagi. Saya kan dulu janda pak.., tapi mungkin belum jodo.., ee dianya pergi sama orang lain.., ya sudah, akhirnya saya kerja di sini..”, Mataku memandangi sekujur tubuhnya. Rasty (nama si perawat itu) secara fisik memang tidak pantas menjadi seorang perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, buah dadanya sedang menantang, dan kakinya panjang semampai.

Kedua matanya Yg bundar memandang langsung mataku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Aku tergagap dan berkata, “Ee.., Mbak Rasty, Bapak ada?”. “Bapak sedang tidur. Tapi Mas Anto sudah nitip sama saya.Cerita Hot

Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik | Mari saya antarkan ke kamar..”. Rasty menunjukkan kamar Yg sudah disediakan untukku. Kamar Yg luas, ber-AC, tempat tidur besar, kamar mandi sendiri, dan sebuah meja kerja. Aku meletakkan koporku di lantai sambil melihat berkeliling, sementara Rasty merunduk merapikan sprei ranjangku. Tanpa sengaja aku melirik Rasty Yg sedang menunduk. Dari balik baju putihnya Yg kebetulan berdada rendah, terlihat dua buah dadanya Yg ranum bergayut di hadapanku.

Ujung buah dada Yg berwarna putih itu ditutup oleh BH berwarna pink. Darahku terkesiap. Ahh…, perawat cantik, janda, di rumah Yg relatif kosong.Sadar melihat aku terkesima akan keelokan buah dadanya, dengan tersipu-sipu Rasty menghalangi pemandangan indah itu dengan tangannya.

“Semuanya sudah beres Pak…, silakan beristirahat..”. “Ee…, ya.., terima kasih”, jawabku seperti baru saja terlepas dari lamunan panjang. Sore itu aku berkenalan dengan ayah Anto Yg sudah pikun itu.Cerita Hot
Ia tinggal sendiri di rumah itu setelah ditinggalkan oleh istrinya 5 tahun Yg lalu. Selama beramah-tamah dengan sang Bapak, mataku tak lepas memandangi Rasty. Sore itu ia menggunakan daster tipis Yg dikombinasikan dengan celana kulot Yg juga tipis. Buah dadanya nampak semakin menyembul dengan dandanan seperti itu. Di rumah itu ada seorang pembantu berumur sekitar 17 tahun. Mukanya manis, walaupun tidak secantik Rasty.

Badannya bongsor dan motok. Ani namanya. Ia Yg sehari-hari menyediakan makan untukku. Hari demi hari berlalu. Karena kepiawaianku dalam bergaul, aku sudah sangat akrab dengan orang-orang di rumah itu. Bahkan Ani sudah biasa mengurutku dan Rasty sudah berani untuk ngobrol di kamarku. Bagi janda muda itu, aku sudah merupakan tempat mencurahkan isi hatinya.

Begitu mudah keakraban itu terjadi hingga kadang-kadang Rasty merasa tidak perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku. Sampai suatu malam, ketika itu hujan turun dengan lebatnya. Aku, karena sedang suntuk memasang VCD Hot kesukaanku di laptopku. Tengah asyik-asyiknya aku menonton tanpa sadar aku menoleh ke arah pintu, astaga…, Rasty tengah berdiri di sana sambil juga ikut menonton.

Rupanya aku lupa menutup pintu, dan ia tertarik akan suara-suara erotis Yg dikeluarkan oleh film produksi Vivid interactive itu. Ketika sadar bahwa aku mengetahui kehadirannya, Rasty tersipu dan berlari ke luar kamar.Cerita Hot

“Mbak Rasty..”, panggilku seraya mengejarnya ke luar. Kuraih tangannya dan kutarik kembali ke kamarku. “Mbak Tati…, mau nonton bareng? Ngga apa-apa kok..”. “Ah, ngga Pak…, malu aku..”, katanya sambil melengos. “Lho.., kok malu.., kayak sama siapa saja.., kamu itu.., wong kamu sudah cerita banyak tentang diri kamu dan keluarga.., dari Yg jelek sampai Yg bagus.., masak masih ngomong malu sama aku?”, Kataku seraya menariknya ke arah ranjangku. “Yuk kita nonton bareng yuk..”, Aku mendudukkan Rasty di ranjangku dan pintu kamarku kukunci.

Dengan santai aku duduk di samping Rasty sambil mengeraskan suara laptopku. Adegan-adegan erotis Yg diperlihatkan ke 2 bintang Hot itu memang menakjubkan. Mereka bergumul dengan buas dan saling menghisap. Aku melirik Rasty Yg sedari tadi takjub memandangi adegan-adegan panas tersebut. Terlihat ia berkali-kali menelan ludah. Nafasnya mulai memburu, dan buah dadanya terlihat naik turun.Cerita Hot

Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya Yg putih mulus itu. Rasty tampak sedikit kaget, namun ia membiarkan tanganku membelai telapak tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Rasty basah oleh keringat.

Aku membelai-belai tangannya seraya perlahan-lahan mulai mengusap pergelangan tangannya dan terus merayap ke arah ketiaknya. Rasty nampak pasrah saja ketika aku memberanikan diri melingkarkan tanganku ke bahunya sambil membelai mesra bahunya. Namun ia belum berani untuk menatap mataku. Sambil memeluk bahunya, tangan kananku kumasukkan ke dalam daster melalui lubang lehernya.

Tanganku mulai merasakan montoknya pangkal buah dada Rasty. Kubelai-belai seraya sesekali kutekan daging empuk Yg menggunung di dada bagian kanannya. Ketika kulihat tak ada reaksi dari Rasty, secepat kilat kusisipkan tangganku ke dalam BH-nya…, kuangkat cup BH-nya dan kugenggam buah dada ranum si janda muda itu.Cerita Hot

“Ohh.., Pak…, jangan..”, Bisiknya dengan serak seraya menoleh ke arahku dan mencoba menolak dengan menahan pergelangan tangan kananku dengan tangannya. “Sshh…, ngga apa-apa Mbak…, ngga apa-apa..”. “Nanti ketauanhh..”. “Nggaa…, jangan takut..”, Kataku seraya dengan sigap memegang ujung puting buah dada Rasty dengan ibu jari dan telunjukku, lalu kupelintir-pelintir ke kiri dan kanan. “Ooh.., hh.., Pak.., Ouh.., jj.., jjanganhh.., ouh..”, Rasty mulai merintih-rintih sambil memejamkan matanya. Pegangan tangannya mulai mengendor di pergelangan tanganku.

Saat itu juga, kusambar bibirnya Yg sedari tadi sudah terbuka karena merintih-rintih. “Ouhh.., mmff.., cuphh.., mpffhh..”, Dengan nafas tersengal-sengal Rasty mulai membalas ciumanku. Kucoba mengulum lidahnya Yg mungil, ketika kurasakan ia mulai membalas sedotanku. Bahkan ia kini mencoba menyedot lidahku ke dalam mulutnya seakan ingin menelannya bulat-bulat.Cerita Hot

Tangannya kini sudah tidak menahan pergelanganku lagi, namun kedua-duanya sudah melingkari leherku. Malahan tangan kanannya digunakannya untuk menekan belakang kepalaku sehingga ciuman kami berdua semakin lengket dan bergairah. Momentum ini tak kusia-siakan.

Sementara Rasty melingkarkan kedua tangannya di leherku, akupun melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Aku melepaskan bibirku dari kulumannya, dan aku mulai menciumi leher putih Rasty dengan buas. “aahh..Ouhh..” Rasty menggelinjang kegelian dan tanganku mulai menyingkap daster di bagian pinggangnya.

Kedua tanganku merayap cepat ke arah tali BH-nya dan, “tasss..” terlepaslah BH-nya dan dengan sigap kualihkan kedua tanganku ke dadanya. Saat itulah lurasakan betapa kencang dan ketatnya kedua buah dada Rasty. Kenikmatan meremas-remas dan mempermainkan putingnya itu terasa betul sampai ke ujung sarafku. Penisku Yg sedari tadi sudah menegang terasa semakin tegang dan keras.Cerita Hot

Rintihan-rintihan Rasty mulai berubah menjadi jeritan-jeritan kecil terutama saat kuremas buah dadanya dengan keras. Rasty sekarang lebih mengambil inisiatif. Dengan nafasnya Yg sudah sangat terengah-engah, ia mulai menciumi leher dan mukaku. Ia bahkan mulai berani menjilati dan menggigit daun telingaku ketika tangan kananku mulai merayap ke arah selangkangannya. Dengan cepat aku menyelipkan jari-jariku ke dalam kulotnya melalui perut, langsung ke dalam celana dalamnya.

Walaupun kami berdua masih dalam keadaan duduk berpelukan di atas ranjang, posisi paha Rasty saat itu sudah dalam keadaan mengangkang seakan memberi jalan bagi jari-jemariku untuk secepatnya mempermainkan kemaluannya.Cerita Hot

Hujan semakin deras saja mengguyur kota Bandung. Sesekali terdengar suara guntur bersahutan. Namun cuaca dingin tersebut sama sekali tidak mengurangi gairah kami berdua di saat itu. Gairah seorang lajang Yg memiliki libido Yg sangat tinggi dan seorang janda muda Yg sudah lama sekali tidak menikmati sentuhan lelaki. Rasty mengeratkan pelukannya di leherku ketika jemariku menyentuh bulu-bulu lebat di ujung Kemaluannya.

Ia menghentikan ciumannya di kupingku dan terdiam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya terasa menegang ketika jari tengahku mulai menyentuh Kemaluannya Yg sudah terasa basah dan berlendir itu. Aku mulai mempermainkan Kemaluan itu dan membelainya ke atas dan ke bawah.

“Ouuhh Pak.., ouhh.., aahh.., g..g.ggelliiihh…”. Rasty sudah tidak bisa berkata-kata lagi selain merintih penuh nafsu ketika clitorisnya kutemukan dan kupermainkan. Seluruh badan Rasty bergetar dan bergelinjang. Ia nampak sudah tak dapat mengendalikan dirinya lagi.Cerita Hot

Jeritan-jeritannya mulai terdengar keras. Sempat juga aku kawatir dibuatnya. Jangan-jangan seisi rumah mendengar apa Yg tengah kami lakukan. Namun kerasnya suara hujan dan geledek di luar rumah menenangkanku. Benda kecil sebesar kacang itu terasa nikmat di ujung jari tengahku ketika aku memutar-mutarnya. Sambil mempermainkan clitorisnya, aku mulai menundukkan kepalaku dan menciumi buah dadanya Yg masih tertutupi oleh daster.

Seolah mengerti, Rasty menyingkapkan dasternya ke atas, sehingga dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya Yg ranum, kenyal dan berwarna putih mulus itu bergantung di hadapanku.

Karena nafsuku sudah memuncak, dengan buas kusedot dan kuhisap buah dada Yg berputing merah jambu itu. Putingnya terasa keras di dalam mulutku menandakan nafsu janda muda itupun sudah sampai di puncak. Rasty mulai menjerit-jerit tidak karuan sambil menjambak rambutku. Sejenak kuhentikan hisapanku dan bertanya, “Enak Mbak?”.Cerita Hot

Sebagai jawabannya, Rasty membenamkan kembali kepalaku ke dalam ranumnya buah dadanya. Jari tengahku Yg masih mempermainkan clitorisnya kini kuarahkan ke lubang Kemaluan Rasty Yg sudah menganga karena basah dan posisi pahanya Yg mengangkang. Dengan pelan tapi pasti kubenamkan jari tengahku itu ke dalamnya dan, “Auuhh.., P.Paak.., hh”. Rasty menjerit dan menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang. “Terrusshh.., auhh..”.

Kugerakkan jariku keluar masuk di Kemaluannya dan Rasty menggoyangkan pingggulnya mengikuti irama keluar masuknya jemariku itu. Aku menghentikan ciumanku di buah dada Rasty dan mulai mengecup bibir ranum janda itu.

Matanya tak lagi terpejam, tapi memandang sayu ke mataku seakan berharap kenikmatan Yg ia rasakan ini jangan pernah berakhir. Tangan kiriku Yg masih bebas, membimbing tangan kanan Rasty ke balik celana pendekku. Ketika tangannya menyentuh penisku Yg sudah sangat keras dan besar itu, terlihat ia agak terbelalak karena belum pernah melihat bentuk Yg panjang dan besar seperti itu.Cerita Hot

Rasty meremas penisku dan mulai mengocoknya naik turun naik turun.., kocokan Yg nikmat Yg membuatku tanpa sadar melenguh, “Ahh.., Mbaak.., enaknya.., terusin..”. Saat itu kami berdua berada pada puncaknya nafsu. Aku yakin bahwa Mbak Rasty sudah ingin secepatnya memasukkan penisku ke dalam Kemaluannya. Ia tidak mengatakannya secara langsung, namun dari tingkahnya menarik penisku dan mendekatkannya ke Kemaluannya sudah merupakan pertanda.

Namun, di detik-detik Yg paling menggairahkan itu terdegar suara si Bapak tua berteriak, “ras…, Ti..”. Kami berdua tersentak. Kukeluarkan jemariku dari Kemaluannya, Rasty melepaskan kocokannya dan ia membenahi pakaian dan rambutnya Yg berantakan. Sambil mengancingkan kembali BH-nya ia keluar dari kamarku menuju kamar Bapak tua itu. Sialan!, kepalaku terasa pening.Cerita Hot

Begitulah penyakitku kalau libidoku tak tersalurkan. Beberapa saat lamanya aku menanti siapa tahu janda muda itu akan kembali ke kamarku. Tapi nampaknya ia sibuk mengurus orang tua pikun itu, sampai aku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku merasa napasku sesak. Dadaku serasa tertindih suatu beban Yg berat. Aku terbangun dan membuka mataku.

Aku terbelalak, karena tampak sesosok tubuh putih mulus telanjang bulat menindih tubuhku. “Mbak Rasty?”, Tanyaku tergagap karena masih mengagumi keindahan tubuh mulus Yg berada di atas tubuhku. Lekukan pinggulnya terlihat landai, dan perutnya terasa masih kencang. Buah dadanya Yg lancip dan montok itu menindih dadaku Yg masih terbalut piyama itu. Seketika, rasa kantukku hilang.Cerita Hot

Mbak Rasty tersenyum simpul ketika tangannya memegang celanaku dan merasakan betapa penisku sudah kembali menegang. “Kita tuntaskan ya Mbak?”, Kataku sambil menyambut kuluman lidahnya. Sambil dalam posisi tertindih aku menanggalkan seluruh baju dan celanaku. Kegairahan Yg sempat terputus itu, mendadak kembali lagi dan terasa bahkan lebih menggila.

Kami berdua Yg sudah dalam keadaan bugil saling meraba, meremas, mencium, merintih dengan keganasan Yg luar biasa. Mbak Rasty sudah tidak malu-malu lagi menggoyangkan pinggulnya di atas penisku sehingga bergesekan dengan Kemaluannya. Tidak lebih dari 5 menit, aku merasakan bahwa nafsu syahwat kami sudah kembali berada dipuncak. Aku tak ingin kehilangan momen lagi. Kubalikkan tubuh Rasty, dan kutindih sehingga keempukan buah dadanya terasa benar menempel di dadaku. Perutku menggesek nikmat perutnya Yg kencang, dan penisku Yg sudah sangat menegang itu bergesekan dengan Kemaluannya.Cerita Hot

“Mbak.., buka kakinya.., sekarang kamu akan merasakan sorganya dunia Mbak..”, bisikku sambil mengangkangkan kedua pahanya. Sambil tersengal-sengal Rasty membuka pahanya selebar-lebarnya. Ia tersenyum manis dengan mata sayunya Yg penuh harap itu. “Ayo Pak.., masukkan sekarang…”, Aku menempelkan kepala penisku Yg besar itu di mulut Kemaluan Rasty. Perlahan-lahan aku memasukkannya ke dalam, semakin dalam, semakin dalam dan, “aa.., Aooohh.., paakh….., aahh..”, rintihnya sambil membelalakkan matanya ketika hampir seluruh penisku kubenamkan ke dalam Kemaluannya. Setelah itu, “Blesss…”, dengan sentakan Yg kuat kubenamkan habis penisku diiringi jeritan erotisnya, “Ahh.., besarnyah.., ennnakk ppaak..”.Cerita Hot

Aku mulai memompakan penisku keluar masuk, keluar masuk. Gerakanku makin cepat dan cepat. Semakin cepat gerakanku, semakin keras jeritan Rasty terdengar di kamarku. Pinggul janda muda itu pun berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Kadang-kadang pinggulnya sampai terangkat-angkat untuk mengimbangi kecepatan naik turunnya pinggulku. Buah dadanya Yg terlihat bulat dalam keadaan berbaring itu bergetar dan bergoyang ke sana ke mari.

Sungguh menggairahkan! Tiba-tiba aku merasakan pelukannya semakin mengeras. Terasa kuku-kukunya menancap di punggungku. Otot-ototnya mulai menegang. Nafas perempuan itu juga semakin cepat. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, mulutnya terbuka, matanya terpejam,dan alisnya merengut “aahh..”. Rasty menjerit panjang seraya menjambak rambutku, dan penisku Yg masih bergerak masuk keluar itu terasa disiram oleh suatu cairan hangat.Cerita Hot

Dari wajahnya Yg menyeringai, tampak janda muda itu tengah menghayati orgasmenya Yg mungkin sudah lama tidak pernah ia alami itu. Aku tidak mengendurkan goyangan pinggulku, karena aku sedang berada di puncak kenikmatanku. “Mbak.., goyang terus Mbak.., aku juga mau keluar..”. Rasty kembali menggoyang pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang. “Keluarkan di dalam saja pak”, bisik Rasty, “Aku masih pakai IUD”.

Begitu Rasty selesai berbisik, aku melenguh. “Mbak.., aku keluar.., aku keluarr…., aahh..”, dan…, “Crat.., crat.., craat”, kubenamkan penisku dalam-dalam di Kemaluan perempuan itu. Seakan mengerti, Rasty mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sehingga puncak kenikmatan ini terasa benar hingga ke tulang sumsumku. Kami berdua terkulai lemas sambil memejamkan mata. Pikiran kami melayang-layang entah ke mana. Tubuhku masih menindih tubuh montok Rasty.Cerita Hot

Kami berdua masih saling berpelukan dan akupun membayangkan hari-hari penuh kenikmatan Yg akan kualami sesudah itu di Bandung. Sejak kejadian malam itu, kesibukan di kantorku Yg luar biasa membuatku sering pulang larut malam. Kepenatanku selalu membuatku langsung tertidur lelap.

Kesibukan ini bahkan membuat aku jarang bisa berkomunikasi dengan Rasty. Walaupun begitu, sering juga aku mempergunakan waktu makan siangku untuk mampir ke rumah dengan maksud untuk melakukan Hot during lunch. Sayang, di waktu tersebut ternyata Ayah Anto senantiasa dalam keadaan bangun sehingga niatku tak pernah kesampaian. Namun suatu hari aku cukup beruntung walaupun orang tua itu tidak tidur. Aku mendapat apa Yg kuinginkan.Cerita Hot

Ceritanya sebagai berikut: Rasty diminta oleh Ayah Anto untuk mengambil sesuatu di kamarnya. Melihat peluang itu, aku diam-diam mengikutinya dari belakang. Kamar ayah Anto memang tidak terlihat dari tempat di mana orang tua itu biasa duduk. Sesampainya di kamar kuraih pinggang semampai perawat itu dari belakang.

Rasty terkejut dan tertawa kecil ketika sadar siapa Yg memeluknya dan tanpa basa-basi langsung menyambut ciumanku dengan bibirnya Yg mungil itu sambil dengan buas mengulum lidahku. Ia memang sudah tidak malu-malu lagi seperti awal pertemuan kami. Janda cantik itu sudah menunjukkan karakternya sebagai seorang pecinta sejati Yg tanpa malu-malu lagi menunjukkan kebuasan gairahnya. Kadang aku tidak mengerti, kenapa suaminya tega meninggalkannya.Cerita Hot

Namun analisaku mengatakan, suaminya tak mampu mengimbangi gejolak gairah Rasty di atas ranjang dan untuk menutupi rasa malu Yg terus menerus terpaksa ia meninggalkan perempuan muda itu untuk hidup bersama dengan perempuan lain Yg lebih ‘low profile’. Aku memang belum sempat menanyakan pada Rasty bagaimana ia menyalurkan kebutuhan biologisnya di saat menjanda. Aku berpikir, bawa masturbasi adalah jalan satu-satunya.

Kami berdua masih saling berciuman dengan ganas ketika dengan sigap aku menyelipkan tanganku ke balik baju perawatnya Yg putih itu. Sungguh terkejut ketika aku sadar bahwa ia sama sekali tidak memakai BH sehingga dengan mudahnya kuremas buah dada kanannya Yg ranum itu. “Kok ngga pakai BH Mbak..?” Sambil menggelinjang dan mendesah, ia menjawab sambil tersenyum nakal. “Supaya gampang diremas sama kamu..”.

Benar-benar jawaban Yg menggemaskan! Kembali kukulum bibir dan lidahnya Yg menggairahkan itu sambil dengan cepat kubuka kancing bajunya Yg pertama, kedua, dan ketiga. Lalu tanpa membuang waktu kutundukkan kepalaku, dengan tangan kananku kukeluarkan buah dada kanannya dan kuhisap sedemikian rupa sehingga hampir setengahnya masuk ke dalam mulutku.

Rasty mulai mengerang kegelian, “Ouhh.., geli Mas.., geliii.., ahh..”. Sejak kejadian malam itu, ia memang membiasakan dirinya untuk memanggilku Mas. Sambil menggelinjang dan merintih, tangan kanan Rasty mulai mengelus-elus bagian depan celana kantorku. Penisku Yg terletak tepat di baliknya terasa semakin menegang dan menegang. Jari-jari lentik perempuan itu berusaha untuk mencari letak kepala penisku untuk kemudian digosok-gosoknya dari luar celana.Cerita Hot

Sensasi itu membuat nafasku semakin memburu seperti layaknya nafas kuda Yg tengah berlari kencang. Seakan tak mau kalah darinya, tangan kiriku berusaha menyingkap rok janda muda itu dan dengan sigap kugosokkan jari-jemariku di celana dalamnya. Tepat diatas Kemaluannya, celana dalam Rasty terasa sudah basah. Sungguh hebat! Hanya dalam beberapa menit saja, ia sudah sedemikian terangsangnya sehingga Kemaluannya sudah siap untuk dimasuki oleh penisku.

Tanpa membuang waktu kuturunkan celana dalam tipis Yg kali ini berwarna hitam, kudorong tubuh montok perawat itu ke dinding, lalu kuangkat paha kanannya sehingga dengkulnya menempel di pinggangku. Dengan sigap pula kubuka ritsluiting celanaku dan kukeluarkan penisku Yg sudah sangat tegang dan besar itu. Rasty sudah nampak pasrah.Cerita Hot

Ia hanya bersender di dinding sambil memejamkan matanya dan memeluk bahuku. “Tatiii.., mana minyak tawonnya.., kok lama betuul…”. Suara orang tua itu terdengar dengan keras. Sungguh menjengkelkan. Rasty sempat terkejut dan nampak panik ketika kemudian aku berbisik, “Tenang Mbak.., jawab aja.., kita selesaikan dulu ini.., kamu mau kan?” Ia mengangguk seraya tersenyum manis. “Sebentar Pak..”, teriaknya. “Minyak tawonnya keselip entah ke mana.., ini lagi dicari kok…”. Ia tertawa cekikikan, geli mendengar jawaban spontannya sendiri.

Namun tawanya itu langsung berubah menjadi jerikan erotis kecil ketika kupukul-pukulkan kepala penisku ke selangkangannya. Perlahan-lahan kutempelkan kepala penisku itu di pintu Kemaluannya. Sambi kuputar-putar kecil kudorong pinggulku perlahan-lahan.Cerita Hot

Rasty ternganga sambil terengah-engah, “aahh.., aahh.., ouhh.., Mas.., besar sekali.., pelan-pelan Mas..pelan-pelanhh..”, dan, “aa…”. Rasty menjerit kecil ketika kumasukkan seluruh penisku ke dalam Kemaluannya Yg becek dan terasa sangat sempit dalam posisi berdiri ini. Aku menyodokkan penisku maju mundur dengan gerakan Yg percepatannya meningkat dari waktu ke waktu. Tubuh Rasty terguncang-guncang, buah dadanya bergayut ke kiri dan kanan dan jeritannya semakin menjadi-jadi. Aku sudah tak peduli kalau ayah Anton sampai mendengarkan jeritan perempuan itu. Nafsuku sudah naik ke kepala.

Janda muda ini memang memiliki daya pikat Hot Yg luar biasa. Walaupun ia hanya seorang perawat, namun kemulusan dan kemontokan badannya sungguh setara dengan perempuan kota jaman sekarang. Sangat terawat dan nikmat sekali bila digesek-gesekkankan di kulit kita. Gerakan pinggulku semakin cepat dan semakin cepat.Cerita Hot Cerita Hot

Mulutku tak puas-puasnya menciumi dan menghisap puting buah dadanya Yg meruncing panjang dan keras itu. Buah dadanya Yg kenyal itu hampir seluruhnya dibasahi oleh air liurku. Aku memang sedang nafsu berat. Aku merasakan bahwa sebentar lagi aku akan orgasme dan bersamaan dengan itu juga tubuh Rasty menegang. Kupercepat gerakan pinggulku dan tiba-tiba, “aahh.., Mas.., Masss…, aku keluarrr.., aahh”, Jeritnya.

Saat itu juga kusodokkan penisku ke dalam Kemaluan janda muda itu sekeras-kerasnya dan, “Craat.., craatt.., craat”. “Ahh…, Mbaak”, erangku sambil meringis menikmati puncak orgasme kami Yg waktunya jatuh bersamaan itu. Kami berpelukan sesaat dan Rasty berbisik dengan suara serak. “Mas.., aku ngga pernah dipuasin laki-laki seperti kamu muasin saya.., kamu hebat..”.Cerita Hot

Aku tersenyum simpul. “Mbak., aku masih punya 1001 teknik Yg bisa membuat kamu melayang ke surga ke-7.., ngga bosan kan kalo lain waktu aku praktekkan sama kamu?”. Perlahan Rasty menurunkan paha kanannya dan mencabut penisku dari Kemaluannya. “Bosan? Aku gila apa.., Yg beginian ngga akan membuatku bosan.., kalau bisa tiap hari aku mau Mas..”. Benar-benar luar biasa libido perempuan ini.

Beruntung aku mempunyai libido Yg juga luar biasa besarnya. Sebagai partner Hot, kami benar-benar seimbang. Setelah kejadian siang itu, aku dan Rasty seperti pengantin baru saja. Tak ada waktu luang Yg tak terlewatkan tanpa nafsu dan birahi. Walaupun demikian, aku tekankan pada Rasty, bahwa hubungan antara aku dan dia, hanyalah sebatas hubungan untuk memuaskan nafsu birahi saja. Aku dan dia punya hak untuk berhubungan dengan orang lain.Cerita Hot

Rasty si janda muda Yg sudah merasakan kenikmatan Hot bebas itu tentu saja menyetujuinya. Suatu hari, Rasty masuk ke dalam kamarku dan ia berkata, “Mas, aku akan mengambil cuti selama 1 bulan.

Aku harus mengurusi masalah tanah warisan di kampungku..”. “Lha.., kalau Mbak pulang, siapa Yg akan mengurusi Bapak?”, tanyaku sambil membayangkan betapa kosongnya hari-hariku selama sebulan ke depan. “Mas Anto bilang, akan ada adik Bapak Yg akan menggantikan aku selama 1 bulan.., namanya Mbak Ine.., dia ngga kimpoi.., umurnya sudah hampir 40 tahun.., orangnya baik kok.., cerewet.., tapi ramah..”. Yah apa boleh buat, aku terpaksa kehilangan seorang teman berhubungan Hot Yg sangat menggairahkan. Hitung-hitung cuti 1 bulan.., atau kalau berpikir positif.., its time to look for a new partner!!! Hari ini adalah hari ke lima setelah kepergian Rasty.

Mbak Ine, pengganti sementara Rasty, ternyata adalah adik ipar ayah Anto. Jadi, adik istri si bapak tua itu. Mbak Ine adalah seorang perempuan Sunda Yg ramah. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya berwarna hitam manis, badannya agak pendek dan bertubuh montok. Ukuran buah dadanya besar. Jauh lebih besar dari Rasty dan senantiasa berdandan agak menor. Wanita Yg berumur hampir 40 tahun itu mengaku belum pernah menikah karena merasa bahwa tak ada laki-laki Yg bisa cocok dengan sifatnya Yg avonturir. Saat ini ia bekerja secara freelance di sebuah stasiun televisi sebagai penulis naskah.

Kemampuan bergaulku dan keramahannya membuat kami cepat sekali akrab. Lagi-lagi, kamarku itu kini menjadi markas curhatnya Mbak Ine. “Panggil saya teTeH Ine aja deh..”, katanya suatu kali dengan logat Bandungnya Yg kental. “Kalau gitu panggil saya Rafi aja ya teTeH.., ngga usah pake pak pak-an segala..”, balasku sambil tertawa.Cerita Hot

Baru 5 hari kami bergaul, namun sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Kami seperti dua orang Yg kasmaran, saling memperhatikan dan saling bersimpati. Persis seperti cinta monyet ketika kita remaja. Saat itu seperti biasa, kami sedang ngobrol santai dari hati ke hati sambil duduk di atas ranjangku. Aku memakai baju kaos dan celana pendek Yg ketat sehingga tanpa kusadari tekstur penis dan testisku tercetak dengan jelas.

Bila kuperhatikan, beberapa kali tampak teTeH Ine mencuri-curi melirik selangkanganku Yg dengan mudah dilihatnya karena aku duduk bersila. Aku sengaja membiarkan keadaan itu berlangsung. Malah kadang-kadang dengan sengaja aku meluruskan kedua kakiku dengan posisi agak mengangkang sehingga cetakan penisku makin nyata saja di celanaku. Sesekali, ditengah obrolan santai itu, tampak teTeH Ine melirik selangkanganku Yg diikuti dengan nafasnya Yg tertahan.Cerita Hot

Kenapa aku melakukan hal ini? Karena libidoku Yg luar biasa, aku jadi tertantang untuk bisa meniduri teTeH Ine Yg aku yakini sudah tak perawan lagi karena sifatnya Yg avonturir itu.

Dan lagi, dari sifatnya Yg ramah, ceria, cerewet dan petualang itu, aku yakin di balik tubuh montok perempuan setengah baya tersimpan potensi libido Yg tak kalah besar dengan Rasty. Juga, gayanya dalam bergaul Yg mudah bersentuhan dan saling memegang lengan sering membuat darahku berdesir.

Apalagi kalau aku sedang dalam keadaan libido tinggi. Saat ini, teTeH Ine mengenakan daster berwarna putih tipis sehingga tampak kontras dengan warna kulitnya Yg hitam manis itu. Belahan buah dadanya Yg besar itu menyembul di balik lingkaran leher Yg berpotongan rendah di bagian dada. Dasternya sendiri berpola terusan hingga sebatas lutut sehingga ketika duduk, pahanya Yg montok itu terlihat dengan jelas.Cerita Hot

Aku selalu berusaha untuk bisa mengintip sesuatu Yg terletak di antara kedua paha teTeH Ine. Namun karena posisi duduknya Yg selalu sopan, aku tak dapat melihat apa-apa. Bukan main! Ternyata seorang wanita berusia 40-an masih mempunyai daya tarik sexual Yg tinggi.

Terus terang, baru kali ini aku berani berfantasi mengenai hubungan Hot dengan teTeH Ine. Sementara ia bercerita tentang masa mudanya, pikiranku malah melayang dan membayangkan tubuh teTeH Ine sedang duduk di hadapanku tanpa selembar benangpun. Alangkah menggairahkannya.

Aku seperti bisa melihat dengan jelas seluruh lekuk tubuhnya Yg mulus tanpa cacat. Tanpa sadar, penisku menegang dan cairan madzi di ujungnya pun mulai keluar. Celanaku tampak basah di ujung penisku, dan cetakan penis serta testisku semakin jelas saja tercetak di selangkangan celanaku. Membesarnya penisku ternyata tak lepas dari perhatian teTeH Ine.Cerita Hot

Tampak jelas terlihat matanya terbelalak melihat ukuran penisku Yg membesar dan tercetak jelas di celana pendekku. Obrolan kami mendadak terhenti karena beberapa saat teTeH Ine masih terpaku pada selangkanganku. “Kunaon teTeH..?”, tanyaku memancing. “Eh.., enteu.., kamu teTeH mikirin apa sih…?”, katanya sambil tersenyum simpul. “Mikirin teTeH Ine teTeH.., entah kenapa barusan saya membayangkan teTeH Ine nggak pakai apa-apa.., aduh indahnya teTeH..”, tiba-tiba saja jawaban itu meluncur dari mulutku. Aku sendiri terkejut dengan jawabanku Yg sangat terus terang itu dan sempat membuatku terpaku memandang wajah teTeH Ine.

Wajah teTeH Ine tampak memerah mendengar jawabanku itu. Napasnya mendadak memburu. Tiba-tiba teTeH Ine bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia menutup pintu kamarku dan menguncinya.Cerita Hot

Leherku tercekat, dan kurasakan jantungku berdegup semakin kencang. Dengan tersenyum dan sorot mata nakal ia menghampiriku dan duduk tepat di hadapan selangkanganku. Aku memang sedang dalam posisi selonjor dengan kedua kaki mengangkang. “Fi, kamu pingin sama teteh..? Hmm?”, Desahnya seraya meraba penis tegangku dari luar celana. Aku menelan ludah sambil mengangguk perlahan dan tersenyum.

Entah mengapa, aku jadi gugup sekali melihat wajah teTeH Ine Yg semakin mendekat ke wajahku. Tanpa sadar aku menyandarkan punggungku ke tembok di ujung ranjang dan teTeH Ine menggeser duduknya mendekatiku sambil tetap menekan dan membelai selangkanganku.

Nafas teTeH Ine Yg semakin cepat terasa benar semakin menerpa hidung dan bibirku. Rasa nikmat dari belaian jemari teTeH Ine di selangkanganku semakin terasa keujung syaraf-syarafku. Napasku mulai memburu dan tanpa sadar mulutku mulai mengeluarkan suara erangan-erangan.Cerita Hot

Dengan lembut teTeH Ine menempelkan bibirnya di atas bibirku. Ia memulainya dengan mengecup ringan, menggigit bibir bawahku, dan tiba-tiba.., lidahnya memasuki mulutku dan berputar-putar di dalamnya dengan cepat. Langit-langit mulutku serasa geli disapu oleh lidah panjang milik perempuan setengah baya Yg sangat menggairahkan itu. Aku mulai membalas ciuman, gigitan, dan kuluman teTeH Ine.

Sambil berciuman, tangan kananku kuletakkan di buah dada kiri teTeH Ine. Uh.., alangkah besarnya.., walaupun masih ditutupi oleh daster, keempukan dan kekenyalannya sudah sangat terasa di telapak tanganku. Dengan cepat kuremas-remas buah dada teTeH Ine itu, “Emph.., emph..”, rintihnya sambil terus mengulum lidahku dan menggosok-gosok selangkanganku. Mendadak teTeH Ine menghentikan ciumannya.Cerita Hot

Ia menahan tanganku Yg tengah meremas buah dadanya dan berkata, “Fi, sekarang kamu diam dulu yah.., biar teteh Yg duluan..”. Tiba-tiba dengan cepat teTeH Ine menarik celana pendekku sekalian dengan celana dalamku. Saking cepatnya, penisku Yg menegang melejit keluar. Sejenak teTeH Ine tertegun menatap penisku Yg berdiri tegak laksana tugu monas itu. “Gusti Rafi.., ageung pisan..”, bisiknya lirih.

Dengan cepat teTeH Ine menundukkan kepalanya, dan seketika tubuhku terasa dialiri oleh aliran listrik Yg mengalir cepat ketika mulut teTeH Ine hampir menelan seluruh penisku. Terasa ujung penisku itu menyentuh langit-langit belakang mulut teTeH Ine. Dengan sigap teTeH Ine memegang penisku sementara lidahnya memelintir bagian bawahnya. Kepala teTeH Ine naik turun dengan cepat mengiringi pegangan tangannya dan puntiran lidahnya. Aku benar-benar merasa melayang di udara ketika teTeH Ine memperkuat hisapannya.Cerita Hot

Aku melirik ke arah kaca riasku, dan di sana tampak diriku terduduk mengangkang sementara teTeH Ine dengan dasternya Yg masih saja rapi merunduk di selangkanganku dan kepalanya bergerak naik turun. Suara isapan, jilatan dan kecupan bibir perempuan montok itu terdengar dengan jelas.

Kenikmatan ini semakin menjadi-jadi ketika kurasakan teTeH Ine mulai meremas-remas kedua bola testisku secara bergantian. Perutku serasa mulas dan urat-urat di penisku serasa hendak putus karena tegangnya. teTeH Ine tampak semakin buas menghisapi penisku seperti seseorang Yg kehausan di padang pasir menemukan air Yg segar. Jari-jemarinyapun semakin liar mempermainkan kedua testisku. “Slurrp.., Cuph.., Mphh..”.

Suara kecupan-kecupan di penisku semakin keras saja. Nafsuku sudah naik ke kepala. Aku berontak untuk berusaha meremas kedua buah dada montok dan besar milik wanita lajang berusia setengah baya itu, namun tangan teTeH Ine dengan kuat menghalangi tubuhku dan iapun semakin gila menghisapi dan menjilati penisku.Cerita Hot

Aku mulai bergelinjang-gelinjang tak karuan. “Teh Ine.., teeeh…, gantian dongg.., please.., saya udah ngga kuaat…, aahh.., sss..”, erangku seakan memohon. Namun permintaanku tak digubrisnya. Kedua tangan dan mulutnya semakin cepat saja mengocok penisku.

Terasa seluruh syaraf-syarafku semakin menegang dan menegang, degup jantungku berdetak semakin kencang.. napaskupun makin memburu. “Oohh…, teTeH Ine.., teTeH Ineee…, aahh….”, Aku berteriak sambil mengangkat pinggulku tinggi-tinggi dan, “Crat.., craat.., craat”, aku memuncratkan spermaku di dalam mulut teTeH Ine. Dengan sigap pula teTeH Ine menelan dan menjilati spermaku seperti seorang Yg menjilati es krim dengan nikmatnya.Cerita Hot

Setiap jilatan teTeH Ine terasa seperti setruman-setruman kecil di penisku. Aku benar-benar menikmati permainan ini.., luar biasa teTeH Ine, “Enak Fi..? Hmm?”, teTeH Ine mengangkat kepalanya dari selangkanganku dan menatapku dengan senyum manisnya, tampak di seputar mulutnya banyak menempel bekas-bekas spermaku. “Fuhh nikmatnya sperma kamu Fi..” Bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermaku di bibirnya.

“Obat awet muda ya teTeH..”, kataku bercanda. “Yaa gitulah…, antosan sekedap nya? Biar teteh ambilkan minum buat kamu”. Oh my God.., benar-benar seorang wanita Yg penuh pengabdian, dia belum mengalami orgasme apa-apa tapi perhatiannya pada pasangan lelakinya luar biasa besar, sungguh pasangan Hot Yg ideal! Kenyataan itu saja membuat rasa simpati dan birahiku pada teTeH Ine kembali bergejolak.Cerita Hot

teTeH Ine kembali dari luar membawa segelas air. “Minum deh.., biar kamu segeran..”. “Nuhun teTeH.., tapi janji ya abis ini giliran saya muasin teteh..”. Aku meneguk habis air dingin buatan teTeH Ine dan saat itu pula aku merasakan kejantananku kembali. Birahiku kembali bergejolak melihat tubuh montok teTeH Ine Yg ada di hadapanku. Aku meraih tangan teTeH Ine dan dengan sekali betot kubaringkan tubuhnya Yg molek itu di atas ranjang.

“Eeehh.., pelan-pelan Fi..”, teriak teTeH Ine dengan geli. “Teteh mau diapain sih… “, lanjutnya manja. Tanpa menjawab, aku menindih tubuh montok itu, dan sekejap kurasakan nikmatnya buah dada besar itu tergencet oleh dadaku. Juga, syaraf-syaraf sekitar pinggulku merasakan nikmatnya penisku Yg menempel dengan gundukan Kemaluannya walaupun masih ditutupi oleh daster dan celana dalamnya.Cerita Hot

Kupandangi wajah teTeH Ine Yg bundar dan manis itu. Kalau diperhatikan, memang sudah terdapat kerut-kerut kecil di daerah mata dan keningnya. Tapi peduli setan! teTeH Ine adalah seorang wanita setengah baya Yg paling menggairahkan Yg pernah kulihat.

Pancaran aura sexualnya sungguh kuat menerangi sanubari lelaki Yg memandangnya. “Teteh mau tau apa Yg ingin saya lakukan terhadap teteh?”, Kataku sambil tersenyum. “Saya akan memperkosa teteh sampai teteh ketagihan”. Lalu dengan ganas, aku memulai menciumi bibir dan leher teTeH Ine. teTeH Inepun dengan tak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumanku.Cerita Hot

Keganasan kami berdua membuat suasana kamarku menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Dengan tak sabar aku menarik ritsluiting daster teTeH Ine, kulucuti dasternya, BH-nya, dan Yg terakhir.., celana dalamnya. Wow.., sebuah gundukan daging tanpa bulu sama sekali terlihat sangat menantang terletak di selangkangan teTeH Ine. My God.., alangkah indahnya Kemaluan teTeH Ine itu.., tak pernah kubayangkan bahwa ia mencukur habis bulu kemaluannya. “Kamu juga buka semua dong Fi”, rengeknya sambil menarik baju kaosku ke atas.

Dalam sekejap, kami berdua berdua berpelukan dan berciuman dengan penuh nafsu dalam keadaan bugil! Sambil menindih tubuhnya Yg montok itu, bibirku menyelusuri lekuk tubuh teTeH Ine mulai dari bibir, kemudian turun ke leher, kemudian turun lagi ke dada, dan terus ke arah puting susu kirinya Yg berwarna coklat kemerah-merahan itu.Cerita Hot

Alangkah kerasnya puting susunya, alangkah lancipnnya.., dan mmhh.., seketika itu juga kukulum, kuhisap dan kujilat puting kenyal itu.., karena gemasnya, sesekali kugigit juga puting itu. “Auuhh.., Fi.., gellii.., sss.., ahh”, rintihnya ketika gigitanku agak kukeraskan.

Badan montoknya mulai mengelinjang-gelinjang ke sana k emari.., dan mukanya menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan. Sambil menghisap, tangan kananku merayap turun ke selangkangannya. Dengan mudah kudapati Kemaluannya Yg besar dan sudah sangat becek sekali. Akupun dengan sigap memain-mainkan jari tenganku di pintu Kemaluannya. “Crks.., crks.., crks”, terdengar suara becek Kemaluan teTeH Ine Yg berwarna lebih putih dari kulit sekitarnya.Cerita Hot

Ketika jariku mengenai gundukan kecil daging Yg mirip dengan sebutir kacang, ketika itu pula wanita setengah baya itu menjerit kecil. “Ahh.., geli Fi.., gelli”, Putaran jariku di atas clitoris teTeH Ine dan hisapanku pada kedua puting buah dadanya makin membuat lajang montok berkulit hitam manis itu semakin bergelinjang dengan liar. “Fi.., masukin sekarang Fi.., sekarang.., please.., teteh udah nggak tahan..ahh..”. Kulihat wajah teTeH Ine sudah meringis seperti orang kesakitan.

Ringisan itu untuk menahan gejolak orgasmenya Yg sudah hampir mencapai puncaknya. Dengan sigap kuarahkan penisku ke Kemaluan montok milik teTeH Ine.., kutempelkan kepala penisku Yg besar tepat di bawah clitorisnya, kuputar-putarkan sejenak dan teTeH Ine meresponnya dengan mengangkangkan pahanya selebar-lebarnya untuk memberi kemudahan bagiku untuk melakukan penetrasi.., saat itu pula kusodokkan pantatku sekuat-kuatnya dan, “Blesss”, masuk semuanya! “Aahh….” teTeH Ine menjerit panjang.., “Besar betul Fi.., auhh…., besar betuull…, duh gusti enaknya.., aahh..”.

Dengan penuh keganasan kupompa penisku keluar masuk Kemaluan teTeH Ine. Dan iapun dengan liarnya memutar-mutar pinggulnya di bawah tindihanku. Astaga.., benar-benar pengalaman Yg luar biasa! Bahkan keliaran teTeH Ine melebihi ganasnya Mbak Rasty.., luar biasa! Kedua tubuh kami sudah sangat basah oleh keringat Yg bercampur liur. Kasurkupun sudah basah di mana-mana oleh cairan mani maupun lendir Yg meleleh dari Kemaluan teTeH Ine, namun entah kekuatan apa Yg ada pada diri kami…, kami masih saling memompa, merintih, melenguh, dan mengerang.

Bunyi ranjangkupun sudah tak karuan.., “Kriet.., kriet.., krieeet”, sesuai irama goyangan pinggul kami berdua.Cerita Hot

Penisku Yg besar itu masih dengan buasnya menggesek-gesek Kemaluan teTeH Ine Yg terasa sempit namun becek itu. Setelah lebih dari 15 menit kami saling memompa, tiba-tiba kurasakan seluruh tubuh teTeH Ine menegang. “Fi.., Fi.., Teteh mau keluar..”. “Iya teTeH, saya juga.., kita keluar sama-sama teh…”, Goyanganku semakin kupercepat dan pada saat Yg bersamaan kami berdua saling berciuman sambil berpelukan erat.., aku menancapkan penisku dalam-dalam dan teTeH Ine mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi…, “Crat.., crat.., crat.., crat”, kami berdua mengerang dengan keras sambil menikmati tercapainya orgasme pada saat Yg bersamaan.

Kami sudah tak peduli bila seisi rumah akan mendengarkan jeritan-jeritan kami, karena aku yakin teTeH Inepun tak pernah merasakan kenikmatan Yg luar biasa ini sepanjang hidupnnya. “Ahh.., Fi.., kamu hebaat.., kamu hebaathh.., hh.., Teteh ngga pernah ngerasain kenikmatan seperti ini”. “Saya juga teTeH.., terima kasih untuk kenikmatan ini..”, Kataku seraya mengecup kening teTeH Ine dengan mesra.

“Mau tau suatu rahasia Fi?”, tanyanya sambil membelai rambutku, “Teteh sudah lima tahun tidak bersentuhan dengan laki-laki.., tapi entah kenapa, dalam 5 hari bergaul dengan kamu.., teteh tidak bisa menahan gejolak birahi teteh.., ngga tau kenapa.., kamu itu punya aura Hot Yg luar biasa..”. teTeH Ine bangkit dari ranjangku dan mengambil sesuatu dari kantong dasternya.Cerita Hot

Sebutir pil KB. “Seperti punya fitasat, teteh sudah minum pil ini sejak 3 hari Yg lalu..”, katanya tersenyum, “Dan akan teteh minum selama teteh ada di sini..”, teTeH Ine mengerdipkan matanya padaku dengan manja sambil memakai dasternya. “Selamat tidur sayang…”, teTeH Ine melangkah keluar dari kamarku. teTeH Ine memang luar biasa. Ia bukan saja dapat menggantikan kedudukan Rasty sebagai partner Hot Yg baik, tetapi juga memberi sentuhan-sentuhan kasih sayang keibuan Yg luar biasa. Aku benar-benar dimanja oleh wanita setengah baya itu.

Fantasi sexualnya juga luar biasa. Mungkin itu pengaruh dari pekerjaannya sebagai penulis cerita drama. Coba bayangkan, ia pernah memijatku dalam keadaan bugil, kemudian sambil terus memijat ia bisa memasukkan penisku ke dalam Kemaluannya, dan aku disetubuhi sambil terus menikmati pijatan-pijatannya Yg nikmat. Ia juga pernah meminta aku untuk menyetubuhinya di saat ia mandi pancuran di kamar mandi dan kami melakukannya dengan tubuh licin penuh sabun.

Dan Yg paling sensasional adalah.., Sore itu aku sudah berada di rumah. Karena load pekerjaan di kantorku tidak begitu tinggi, aku sengaja pulang cepat.Cerita Hot

Selesai mandi aku duduk di meja makan sambil menikmati pisang goreng buatan teTeH Ine. Perempuan binal itu memang luar biasa. Ia melayaniku seperti suaminya saja. Segala keperluan dan kesenanganku benar-benar diperhatikan olehnya. Seperti biasa, aku mengenakan baju kaos buntung dan celana pendek longgar kesukaanku dan (seperti biasa juga) aku tidak menggunakan celana dalam. Kebiasaan ini kumulai sejak adanya teTeH Ine di rumah ini, karena bisa dipastikan hampir tiap hari aku akan menikmati tubuh sintal adik ipar ayah si Anto itu.

Sore itu sambil menikmati pisang goreng di meja makan, aku bercakap-cakap dengan ayah Anto. Orang tua itu duduk di pojok ruangan dekat pintu masuk untuk menikmati semilirnya angin sore kota Bandung. Jarak antara aku dengannya sekitar 6 meter. Sambil bercakap-cakap mataku tak lepas dari teTeH Ine Yg mondar mandir menyediakan hidangan sore bagi kami. Entah ke mana PRT kami saat itu.

teTeH Ine mengenakan celana pendek Yg ditutupi oleh kaos bergambar Mickey Mouse berukuran ekstra besar sehingga sering tampak kaos itu menutupi celana pendeknya Yg memberi kesan teTeH Ine tidak mengenakan celana.

Aku berani bertaruh perempuan itu tidak menggunakan BH karena bila ia berjalan melenggang, tampak buah dadanya bergayut ke atas ke bawah, dan di bagian dadanya tercetak puting buah dadanya Yg besar itu. Tanpa sadar batang penisku mulai membesar. Setelah selesai dengan kesibukannya, teTeH Ine duduk di sebelah kiriku dan ikut menikmati pisang goreng buatannya.

Kulihat ia melirik ke arahku sambil memasukkan pisang goreng perlahan-lahan ke dalam mulutnya. Sambil mengerdipkan matanya, ia memasukkan dan mengeluarkan pisang goreng itu dan sesekali menjilatnya. Sambil terus berbasa basi dengan orang tua Anto, aku menelan ludah dan merasakan bahwa urat-urat penisku mulai mengeras dan kepala penisku mulai membesar.

Tiba-tiba kurasakan jari-jemari kanan teTeH Ine menyentuh pahaku. Lalu perlahan-lahan merayap naik sampai di daerah penisku. Dengan gemas teTeH Ine meremas penis tegangku dari luar celanaku sehingga membuat cairan beningku membuat tanda bercak di celanaku.

Setelah beberapa lama meremas-remas, tangan itu bergerak ke daerah perut dan dengan cepat menyelip ke dalam celana pendekku. Aku sudah tidak tahu lagi apa isi percakapan orang tua Anto itu. Beberapa kali ia mengulangi pertanyaannya padaku karena jawabanku Yg asal-asalan. Degup jantungku mulai meningkat.

Jemari lentik itu kini sudah mencapai kedua bolaku. Dengan jari telunjuk dan tengah Yg dirapatkan, perempuan lajang itu mengelus-elus dan menelusuri kedua bolaku.., mula-mula berputar bergantian kiri dan kanan kemudian naik ke bagian batang.., terus bergerak menelusuri urat-urat tegang Yg membalut batang kerasku itu, “sss…, teteh..”. Aku berdesis ketika kedua jarinya itu berhenti di urat Yg terletak tepat di bawah kepala penisku.., itu memang daerah kelemahanku.., dan perempuan sintal ini mengetahuinya.., kedua jemarinya menggesek-gesekkan dengan cepat urat penisku itu sambil sesekali mencubitnya.

“aahh…”, erangku ketika akhirnya penisku masuk ke dalam genggamannya. “Kenapa Rafi?”, Orang tua Yg duduk agak jauh di depanku itu mengira aku mengucapkan sesuatu. “E.., ee…, ndak apa-apa Pak..”, Jawabku tergagap sambil kembali meringis ketika teTeH Ine mulai mengocok penisku dengan cepat.

Gila perempuan ini! Dia melakukannya di depan kakaknya sendiri walaupun tidak kelihatan karena terhalang meja. “Saya cuma merasa segar dengan udara Bandung Yg dingin ini..”, Jawabku sekenanya. “Ooo begitu.., saya pikir kamu sakit perut.., habis tampangmu meringis-meringis begitu..”, Orang tua itu terkekeh sambil memalingkan mukanya ke jalan raya. Begitu kakaknya berpaling, teTeH Ine dengan cepat merebahkan kepalanya ke pangkuanku sehingga dari arah ayah Anto, teTeH Ine tak tampak lagi.

Dengan cepat tangannya memelorotkan celanaku sehingga penisku Yg masih digenggamnya dengan erat itu terasa dingin terterpa angin. Sejenak perempuan itu memandang penis besarku itu.., ia selalu memberikan kesempatan pada matanya untuk menikmati ukuran dan kekokohannya. Kemudian teTeH Ine menjulurkan lidahnya dan mulai menjilat mengelilingi lubang penisku..,

kemudian ia memasukkan ujung lidahnya ke ujung lubang penisku dan mengecap cairan beningku.., lalu lidahnya diturunkan lagi-lagi ke urat di bawah penisku.
Aku mulai menggelinjang-gelinjang tak karuan, walaupun dengan hati-hati takut ketahuan oleh kakak teTeH Ine Yg duduk di depanku.

Tanganku mulai meraba-raba buah dadanya Yg besar itu dan meremasnya dengan gemas, “sss.., teeehh..”, desisku agak keras ketika perempuan itu dengan kedua bibirnya menyedot urat di bawah kepala penisku itu.., sementara tangannya meremas-remas kedua bolaku…, aawwww nikmatnya…, aku begitu terangsang sehingga seluruh pori-pori kulitku meremang dan mukaku berwarna merah.

Aku sudah dalam tahap ingin menindih dan sesegera mungkin memasukkan penisku ke dalam Kemaluan perempuan ini tapi semua itu tak mungkin kulakukan di depan kakaknya Yg masih duduk di depanku menikmati lalu lalang kendaraan di depan rumahnya. Tiba-tiba bibir teTeH Ine bergerak dengan cepat ke kepala penisku.., sambil terus kupermainkan putingnya kulihat ia membuka mulutnya dengan lebar dan tenggelamlah seluruh penisku ke dalam mulutnya.

Aku kembali mendesis dan meringis sambil tetap duduk di meja makan mendengarkan ocehan orang tua Anto Yg kembali mengajakku berbincang. Mulut teTeH Ine dengan cepat menghisap dan bergerak maju mundur di penisku. Tanganku menarik dasternya ke atas dari arah punggung sehingga terlihatlah pantatnya Yg mulus tidak ditutupi oleh selembar benangpun.

Aku ingin menjamah Kemaluannya, ingin rasanya kumasukkan jari-jariku dengan kasar ke dalamnya dan kukocok-kocok dengan keras tapi aku sudah tak kuat lagi. Jilatan lidah, kecupan, dan sedotan teTeH Ine di penisku membuat seluruh syarafku menegang. Tiba-tiba kujambak rambut teTeH Ine dan kutekan sekuat-kuatnya sehingga seluruh penisku tenggelam ke dalam mulutnya. Kurasakan ujung penisku menyentuh langit-langit tenggorokan teTeH Ine dan, “Creeet…, creeett…, creeettt”, menyemburlah cairan maniku ke mulut teTeH Ine.

“Ahh…, aahh.., aahh.., tetteeehh…”, Aku meringis dan mendesis keras ketika cairan maniku bersemburan ke dalam mulut teTeH Ine. Perempuan itu dengan lahap menjilati dan menelan seluruh cairanku sehingga penisku Yg hampir layu kembali sedikit menegang karena terus-terusan dijilat. Aku memejamkan mataku.., gilaa.., permainan ini benar-benar menakjubkan. Ada rasa was-was karena takut ketahuan, tapi rasa was-was itu justru meningkatkan nafsuku. teTeH Ine memandang penisku Yg sudah agak mengecil namun tetap saja dalam posisi tegak. “Luar biasa…”, Bisiknya, “Siap-siap nanti malam yah?” Katanya sambil bangkit dan beranjak ke dapur. Aku cukup kagum dengan prestasi Yg kucapai di rumah ini.

Baru 2 bulan di Bandung, aku sudah bisa meniduri 2 orang wanita Yg sudah lama tidak pernah menikmati sentuhan lelaki. Dan wanita-wanita itu, aku yakin akan selalu termimpi-mimpi akan besar dan nikmatnya gesekan penisku di dalam Kemaluan mereka.

Incoming search terms:

  • www ceritasex21 net
  • cerita memijat perawat
  • cerita ngentot abg montok
  • cerita dewasa ngentot suster lagi praktek
  • cerita sex praktek
  • perawat bugil praktek
  • cerita ibu selingkuh ngentot sama berondong
  • cerita hot perawat
  • cerita dewasa seorang perawat ngentot
  • cerita dewasa peratek sama adik ipar

Tags: #cerita daun muda #cerita dewasa #cerita ngentot #cerita selingkuh #cerita sex #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Praktek Ngentot Sama Perawat Cantik"

Penulis: 
    author