Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok

2205 views

Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok | Namaku Ryan, umurku 22 tahun dan aku skrg sedang menyelesaikan kuliah di sebuah PTS di Yogyakarta. Pengalaman ini terjadi tiga tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di Bandung. Sdh lama memang, tapi aku selalu ingat akan kejadian itu dan tak akan pernah aku melupakan satu nama : Cindy. Walau hingga skrg pun akan selalu kukenang saat-saat indah bersamanya. Aku akrab dgn Cindy krn ia adalah cucu dari ibu kostku. Cindy lebih tua 2 tahun dan dia anak Surabaya, sedang kuliah di Bandung hanya beda kampus dgnku. Yang aku tahu, kedua orangtuanya sdh pisah ranjang selama dua tahun (tapi tdk bercerai) dan Cindy ikut tinggal bersama neneknya (ibu kostku) ketika ia masuk kuliah. Mungkin terlalu panjang kalo kuceritakan bagaimana prosesnya hingga kami berpacaran. Aku beruntung punya cewek seperti dia yang wajahnya sangat cantik (pernah dia ditawarin untk menjadi model), segala yang diidamkan pria melekat pada dia. Kulitnya yang putih, hidung bangir, matanya yang indah dan bening, rambut ikal serta tubuhnya yang padat.. Aku jg nggak tahu kenapa ibu kost menerimaku untk nge-kost dirumahnya padahal yang kost di rumahnya adalah cewek semua. Mungkin krn ngeliat tampangku seperti orang baik-baik kali ya (hehehe)…

Cerita Sex - Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok Cerita Sex - Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok Cerita Sex - Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok

Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok

Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok | Pada awal kami berpacaran, Cindy termasuk pelit untk urusan mesra-mesraan. Jangankan untk berciuman, minta pegang tgnnya saja susahnya minta ampun! Padahal aku termasuk orang yang hypersex, dan aku sering kali melakukan onani untk melampiaskan nafsu seksku, hingga skrg. Aku bisa melakukan onani sampai tiga kali sehari. Setiap kali fantasi dan gairah seksku datang, pasti kulakukan kebiasaan jelekku itu. Entah dikamar mandi menggunakan sabun, sambil nonton VCD porno dan seringnya sambil tiduran telungkup di atas kasur sambil kugesek-gesekkan peluru kendaliku. Aku merasakan nikmat setiap orgasme onani. Back to story, sejak aku dan Cindy resmi jaWinna, baru dua minggu kemudian dia mau kucium pipinya. Itu pun setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya ia mau jg kucium pipinya yang mulus itu, dan aku selalu ingin merasakan dan mengecup lagi sejak saat itu.

Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok | Hingga pada suatu malam, ketika waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh, aku, Cindy dan Desi (anak kost yang lain) masih asyik menonton TV di ruang tengah. Sementara ibu kostku serta 3 anak kost yang lain sdh pergi tidur. Kami bertiga duduk diatas permadani yang terhampar di ruang tengah. Desi duduk di depan sementara aku dan Cindy duduk agak jauh dibelakangnya. Lampu neon yang menyinari ruangan selalu kami matikan kalau sedang menonton TV. Biar tdk silau kena mata maksudnya. Atau mungkin jg demi menghemat listrik. Yang jelas, cahaya dari TV agak begitu samar dan remang-remang. Desi masih asyik menonton dan Cindy yang disampingku saat itu hanya mengenakan kaos ketat dan rok mini matanya masih konsen menonton film tersebut. Sesekali saat pandangan Desi tertuju pada TV, tgnku iseng-iseng memeluk pinggang Cindy. Entah Cindy terlalu memperhatikan film hingga tgnnya tdk menepis saat tgnku memeluk tubuhnya yang padat. Dia malah memegang rambutku, dan membiarkan kepalaku bersandar di pundaknya. Terkadang kalo pas iklan, Cindy pura-pura menepiskan tgnku agar perbuatanku tdk dilihat Desi. Dan saat film diputar lagi, kulingkarkan tgnku kembali. “I love you, honey….” Bisikku di telinganya.

Cindy menoleh ke arahku dan tanpa sepengetahuan Desi, ia mendaratkan ciumannya ke pipiku. Oh my God, baru pertama kali aku dicium seorang cewek, tanpa aku minta pula. Situasi seperti ini tiba-tiba membuat pikiranku jadi ngeres apalagi saat Cindy meremas tgnku yang saat itu masih melingkar di pinggangnya, dan matanya yang sayu sekilas menoleh ke arah Desi yang masih nongkrong di depan TV. Aman, pikirku. Apalagi ditambah ruangan yang hanya mengandalkan dari cahaya Tv, maka sesekali tgnku meremas payudara Cindy. Cindy menggelinjang, sesekali menahan nafas. Lutut kanannya ditekuk, hingga saat tgn kiriku masuk ke dlm daster bagian bawah yang agak terbuka dari tadi, sama sekali tdk diketahui Desi. Mungkin ia konsen dgn film, atau mungkin jg ia sdh ngantuk krn kulihat dari tadi sesekali ia mengangguk seperti orang ketiduran. Ciumanku kini sedikit menggelora, menelusuri leher Cindy yang putih mulus sementara tgn kiriku menggesek-gesekkan perlahan vagina Cindy yang masih terbungkus celana dlm. Ia mendesah dan mukanya mendongak ke atas saat kurasakan celana dlmnya mulai basah dan hangat. Mungkin ia merasakan kenikmatan, pikirku. Tgnku yang mulai basah oleh cairan vagina Cindy buru-buru kutarik dari dlm roknya, ketika tiba-tiba Desi bangkit dan melihat ke arah kami berdua. Kami bersikap seolah sedang konsen nonton jg. “Aku ngantuk. Tidur duluan ya….. nih remote-nya!” ujar Desi sambil menyerahkan remote TV pada Cindy. Desi kemudian masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dari dlm. Aku yang tadi agak gugup, bersorak girang ketika Desi hanya pamitan mau tidur. Aku pikir dia setdknya mengetahui perbuatanku dgn Cindy. Bisa mati aku. Cindy yang sejak tadi diam (mungkin krn gugup jg) matanya kini tertuju pada TV. Aku tahu dia jg pura-pura nonton, maka saat tubuhnya kupeluk dan bibirnya kucium dia malah membalas ciumanku. “Kita jangan disini Say, nanti ketahuan….” Bisiknya Winnatara ciuman yang menggelora.

Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok | Segera kubimbing tgn Cindy bangkit, setelah mematikan TV dan mengunci kamar Cindy, kuajak dia ke kamar sebelah yang kosong. Disini tempatnya aman krn setiap yang akan masuk ke kamar ini harus lewat pintu belakang atau depan. Jalan kami berjingkat supaya orang lain yang telah tertidur tdk mendengar langkah-langkah kami atau ketika kami membuka dan menutup kunci dan pintu kamar tengah dgn perlahan. Setelah kukunci dari dlm dan kunyalakan lampu kamar kuhampiri Cindy yang telah duduk di tepi ranjang. “Aku cinta kamu, Cindy….. ” ujarku ketika aku telah duduk disampingnya. Mata Cindy menatapku lekat.. Sejenak kulumat bibirnya perlahan dan Cindy pun membalas membuat lidah kami saling beradu. Nafas kami kembali makin memburu menahan rangsangan yang kian menggelora. Desahan bibirnya yang tipis makin mengundang birahi dan nafsuku. Kuturunkan ciumanku ke lehernya dan tgnnya menarik rambutku. Nafasnya mendesah. Aku tahu dia sdh terangsang, lalu kulepaskan kaosnya. Payudaranya yang padat berisi ditutupi BH berwarna merah tua. Betapa putih kulitnya, mulus tak ada cacat. Kemudian bibir kami pun berciuman kembali sementara tgnku sibuk melepaskan tali pengikat BH, dan sesaat kemudian kedua payudaranya yang telah mengeras itu kini tanpa ditutupi kain sehelai pun. Kuusap kedua putingnya, dan Cindy pun tersenyum manja. “Ayo Yan, lakukanlah….” Ujarnya.

Tak kusia-siakan kesempatan ini, dan mulai kujilati payudaranya bergantian. Sementara tgn Cindy membantu tgnku melepaskan kemeja yang masih kukenakan. Kukecup putingnya hingga dadanya basah mengkilap. Betapa beruntungnya aku bisa menikmati semua yang ada ditubuhnya. Tgn kananku yang nakal mulai merambah turun masuk ke dlm roknya, dan kugesek-gesekkan pelan di bibir vaginanya. Cindy menggelinjang menahan nikmat, sesekali tgnnya jg ikut digesek-gesekkan kesekitar vaginanya sendiri. Bibirnya mendesah menahan kenikmatan. Matanya terpejam, Sebentar kemudian vaginanya mulai sedit basah. Dan kami pun mulai melepaskan celana kami masing-masing hingga tubuh kami benar-benar polos. Betapa indahnya tubuh Cindy, apalagi ketika kulihat vaginanya yang terselip Winnatara kedua selangkangannya yang putih mulus. “Wah.. punyamu oke Cindy, Ok’s banget… ” ujarku terpana. Begitu mulus memang,ditambah dgn bulu-bulu lebat disekitar bagian sensitifnya. “Burungmu jg besar dan bertenaga. Aku suka Yan….” Balasnya sambil tgnnya mencubit pelan kemaluanku yang sdh tegak dari tadi. “Come on Honey….” Pintanya menggoda. Aku tahu Cindy sdh begitu terangsang maka kemudian kusuruh Cindy berbaring di atas kasur. Dan aku baringkan tubuhku terbalik, kepalaku berada di kakinya dan sebaliknya(posisi 69). Kucium ujung kakinya pelan dan kemudian ciumanku menuju hutan lebat yang ada Winnatara kedua selangkangannya. Kukecup pelan bibir vaginanya yang sdh basah, kujilat klitorisnya sementara mulut Cindy sibuk mengocok-ngocok kemaluanku. Bibir vaginanya yang merah itu kulumat habis tak tersisa. Ehm, betapa nikmatnya punyamu Cindy, pikirku. Ciumanku terus menikmati klitoris Cindy, hingga sekitar vaginanya makin basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya.

Kedua jari tgnku aku coba masukkan lubang vaginanya dan kurasakan nafas Cindy mendesah pelan ketika jariku kutekan keluar masuk. “Ahh… nikmat Yannn… ahhhh… ” erangnya. Kugesek-gesekkan kedua jariku Winnatara bibir klitorisnya dan Cindy makin menahan nikmat. Selang 5 menit kemudian kuhentikan gesekkan tgnku, dan kulihat Cindy sedikit kecewa ketika aku menghentikan permainan jariku. “Jangan sedih Say, aku masih punya permainan yang menarik, okay “”Oke. Skrg aku yang mengatur permainan ya ” ujarnya. Aku mengangguk. Jujur saja, aku lebih suka kalau cewek yang agresif. Cindy pun bangkit, dan sementara tubuhku masih terbaring di atas kasur. “Aku di atas, kamu dibawah, okay Tapi kamu jangan nusuk dulu ya Say “Tanpa menunggu jawabanku tubuh Cindy menindih tubuhku dan tgn kanannnya membimbing peluru kendaliku yang telah berdiri tegak sejak tadi dan blessss……. ah,Cindy merasa bahagia saat seluruh peluru kendaliku menembus vaginanya dan terus masuk dan masuk menuju lubang kenikmatan yang paling dlm. Dia mengoyang-goyangkan pantatnya dan sesekali gerakannya memutar, bergerak mundur maju membuat peluru kendaliku yang tertanam bergerak bebas menikmati ruang dlm “gua”-nya.

Cindy mendesah setiap kali pantatnya turun naik, merasakan peraduan dua senjata yang telah terbenam di dlm surga. Tgnku meremas kedua payudara Cindy yang tadi terus menggelayut manja. Rambutnya dibiarkan tergerai diterpa angin dingin yang terselip Winnatara kehangatan malam yang kami rasakan saat ini. Kubiarkan Cindy terus menikmati permainan ini. Saat dia asyik dgn permainannya kulingkarkan tgnku dipinggangnya dan kuangkat badanku yang terbaring sejak tadi kemudian lidah kami pun beradu kembali. “Andainya kita terus bersama seperti ini, betapa bahagianya hidupku ini Cindy ” bisikku pelan”Aku jg, dan ku berharap kita selalu bersama selamanya..”Sepuluh menit berlalu, kulihat gesekan pinggang Cindy mulai lemah. Aku tahu kalau dia mulai kecapekan dan aku yang mengambil inisiatif serangan. Kutekan naik turun pinggangku, sementara Cindy tetap bertahan diam. Dan suara cep-clep-clep… setiap kali peluru kendaliku keluar masuk vaginanya. “Ahh terusss Yannnnn….terusss… nikmattttt… ahh… ahhhh….” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Cindy, dan aku pun makin menggencarkan seranganku. Ingin kulibas habis semua yang ada dlm vaginanya. Suara ranjang berderit, menambah hot permainan yang sedang kami lakukan. Kutarik tubuh Cindy tanpa melepaskan peluru kendaliku yang sedang berlabuh dlm vaginanya dan kusuruh dia berdiri agar kami melakukan gerakan sex sambil berdiri. “Kamu punya banyak style ya say ” katanya menggoda. “Iya dong, demi kepuasan kamu jg” jawabku sambil mulai menggesek-gesekan pebisku kembali. “Ahh teruss… terusss……” desah Cindy ketika peluru kendaliku berulang kali menerobos vaginanya. Kupeluk tubuh Cindy erat sementara jari tgn kirinya membelai lembut bulu-bulu vaginanya, dan sesekali membantu peluru kendaliku masuk kembali setiap kali terlepas. Keringat membasahi tubuh kami. Lehernya yang mulus kucium pelan, sementara nafas kami mulai berdegup kencang. “Yan, keteteran nih, mau klimaks. Jangan curang dong….””Oke, tahan dulu Cindy” dan kucabut batang peluru kendaliku yang telah basah sejak tadi. Kusuruh Cindy nungging di ranjang, sementara tgnku mengarahkan peluru kendaliku yang telah siap masuk kembali. Dan kumasukkan sedikit demi sedikit hingga peluru kendaliku ambles semua ke dlm surga yang nikmat. “Ah… tekan Yan… enaaaakkkkk… terusssss Yannn….” Erangnya manja setiap kali peluru kendaliku menari-nari di dlm vaginanya. Tgnku memegang pinggangnya agar gerakanku teratur dan peluru kendaliku tdk terlepas,. “Ohh… nikmat sekali Yan….teruss….terusss……” desahnya.

Betapa nikmatnya saat-saat seperti ini… dan terus kuulang sementara mulut kami mendesah merasakan kenikmatan yang teramat sangat setiap kali peluru kendaliku mempermaikan vaginanya. “Yan….aku mo keluar nih….. udah ngga tahan….ahhh….ahhhh….” ujar Cindy tiba-tiba. “Tahan Cin, aku jg hampir sampai….” aku menekan-nekan peluru kendaliku kian cepat,sehingga suara ranjang ikut berderit cepat. Dan kurasakan otot-otot peluru kendaliku mengejang keras dan cairan spermaku berkumpul dlm satu titik. “Aku keluar skrg Cin….” peluru kendaliku kucabut dari lubang vaginanya dan Cindypun seketika membalikkan badan dan menjulurkan lidahnya, mengocok-ngocok batang peluru kendaliku yang kemerahan dan saat kurasakan aku tak mampu menahan lagi kutaruh peluru kendaliku Winnatara kedua belah payudaranya dan kedua tgn Cindy pun menggesek-gesekkan payudaranya yang menjepit batang kemaluanku dan….croott… crooottt… spermaku jatuh disekitar dada dan lehernya Sebagian tumpah diatas sprei. Cindy menjilati peluru kendaliku membersihkan sisa-sisa spermaku yang masih ada. “Kamu ternyata kuat jg Say, aku hampir tak berdaya dihadapanmu” kubelai rambut Cindy yang sudak acak-acakan tak karuan. “Aku jg ngga nyangka kamu sehebat ini Yan….”desahnya manja.

Waktu sdh menunjukkan setengah satu malam Dan setelah kami istirahat sekitar lima belas menit, kami memakai pakaian kami kembali dan membereskan tempat tidur yang sdh berantakan. Dan tak lama kemudian kami pun pergi tidur dikamar masing-masing melepaskan rasa lelah setelah kami ‘bermain” tadi. Begitulah kisahku dgn Cindy, setiap hari kami selalu melakukannya setiap kali kami ingin dan ada kesempatan. Kami melakukannya di kamar sebelah kalau malam hari, kamar kostku, atau bahkan dikamar mandi (sambi mandi bareng disaat rumah kost kosong hanya ada kami berdua). Hingga pada suatu hari Cindy harus pindah ke luar kota ikut kedua orang tuanya yang telah berbaikan lagi. Aku benar-benar kehilangan dia, dan ingin kuterus bersamanya. Pernah beberapa kali kususul ke tempatnya yang baru dan kami melakukannya berkali-kali di hotel tempat kami menginap. Tanggal 27 November 1998, tiba-tiba kuterima surat dari Cindy yang mengabarkan bahwa ia akan menikah dgn orang yang dipilihkan orang tuanya dan aku benar-benar kehilangan dia….. Skrg, setiap kali aku melakukan masturbasi, fantasiku selalu melayang mengingat saat-saat terindah kami melakukan hubungan seks pertama kali dikamar sebelah itu. Ingin rasanya aku ulangi saat-saat indah itu…

Incoming search terms:

  • cerita ngentot pacar montok
  • cerita seks pacar montok
  • cerita sex pacar montok
  • ngentot pacar montok
  • abg tak berdaya di entot
  • Pacarku montok
  • cerita sex dengan pacar montok
  • pacar montk
  • pacar montok
  • kimcil di entot

Tinggalkan pesan "Cerita Sex – Ngentot Cindy Pacarku Yang Montok"

Penulis: 
    author